Nama:Calvin Moses Sugianto
NPM: 51415426
kelas 4IA01

Minggu, 23 Juni 2019

analisis 2 jurnal tentang distributed processing

Analisis Tentang Distributed Processing

ini adalah review tentang 2 jurnal MODEL DISTRIBUTED-DATA PROCESSING BERBASIS OPEN-SOURCE UNTUK PENGOLAHAN DATA KEPENDUDUKAN DALAM RANGKA IMPLEMENTASI
E-GOV INDONESIA dan DISTRIBUTED DATABASE REPLICATED SYSTEM
FOR DATA CENTER.
  1. Latar Belakang

Pada kedua penelitian ini sama-sama mengangkat permasalahan tentang Distributed Processing yang merupakan kemampuan menjalankan semua proses pengolahan data secara bersama antara komputer yang berfungsi sebagai pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil dan saling dihubungkan melalui jalur komunikasi.
Pada penelitian yang pertama, peneliti melakukan penelitian dengan parallel processing yang merupakan upaya mempercepat proses eksekusi dari suatu program dengan cara membagi program menjadi fragmen-fragmen yang dijalankan di dalam beberapa prosesor yang terpisah. Suatu program yang dieksekusi oleh n prosesor, secara
teoritis akan n kali lebih cepat. Namun dalam implementasinya, ada beberapa konfigurasi hardware yang bisa disebut sebagai parallel processing. Pertama,
dalam satu CPU terdapat lebih dari satu prosesor dengan shared memory; kedua, dalam satu CPU terdapat beberapa/banyak prosesor dengan masingmasing memiliki memory sendiri; dan ketiga adalah beberapa atau banyak CPU terhubung ke jaringan
komputer untuk mengeksekusi suatu program secara bersama-sama. Dalam penelitian ini, tim penulis mencoba konfigurasi yang ketiga, yang sering juga
disebut sebagai distributed processing.
Sedangkan untuk penelitian yang kedua, peneliti melakukan penelitian yang memiliki tujuan untuk membangun aplikasi Data Center yang dapat menyatukan data dari berbagai server dengan basisdata yang beragam secara otomatis.

2. Metode

Metode untuk Jurnal yang pertama menggunakan embedded system SH4 yang dijajar
sebanyak empat buah. Specifikasi dari masingmasing CPU adalah seperti berikut.
CPU SH4 (SH7751R, 266MHz)
Memory 64MB SDRAM
HDD 120GB, ATA133, 5400rpm
NIC 10/100 BASE-T (RTL-8139C+)
I/F USB 2.0×2port
Power 14 Watt
Metode untuk Jurnal yang kedua menggunakan metode studi literature (library research) dan studi lapangan (field research) untuk perancangan sistem. Adapun tahapan penelitian meliputi:
Tahap diagnosis
Pada tahap ini akan dilakukan analisis kebutuhan dan spesifikasi (Requirement
Analysis and Spesification). Pada tahap ini akan dilakukan observasi terhadap semua sistem informasi masing – masing SKPD untuk melihat proses bisnis sistem yang jalan sertanmengidentifikasi Basis Data dari masing – masing SKPD.
Tahap perencanaan aksi
Pada tahap ini dilakukan penyusunan kesepakatan dengan pihak Instansi untuk pemanfaatan sistem yang baru.
Tahap pelaksanaan aksi
Di tahap ini dilakukan pembangunan arsitektur sistem berdasarkan hasil diagnosis
analisis kebutuhan dan spesifikasi (Requirrement Analisys and Specification) serta
identifikasi masalah yang ada, dari sisi teknis yang meliputi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
Tahap pengujian sistem
Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem berupa uji coba yaitu dengan pengujian unit
sistem, dimana kita menguji semua unit – unit proses terkait.
Tahap evaluasi
Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap sistem sehingga nantinya sistem dapat
digunakan secara maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.

3. Analisa

Hasil Penelitian yang pertama:
Tim PENS telah melakukan uji aplikasi verifikasi sidik jari menggunakan model distributed/parallelprocessing di atas dengan menggunakan algoritma phase-based correlation. Alur logika proses verifikasi sidik jari ditunjukkan pada gambar berikut.
Jurnal 1
Hasil evaluasi verifikasi sidik jari menggunakan distributed processor 4-node di atas ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Jurnal 2
Dari uji coba aplikasi di atas diperoleh data bahwa lama waktu verifikasi sidik jari menjadi 2 kali lebih cepat dibandingkan apabila hanya menggunakan satu buah CPU. Dari uji coba ini pula didapati bahwa kinerja embedded system untuk melakukan fungsi
verifikasi biometric cukup memuaskan. Model di atas dibangun menggunakan prosesor yang mempunyai kecepatan setara pentium II yaitu dengan kecepatan 266 MHz dan RAM hanya 64 MB. Untuk aplikasi yang sebenarnya menggunakan komputer Pentium IV yang berkecepatan lebih dari 3 GHz, diyakini bahwa distributed/parallel processing akan
meningkatkan kualitas layanan server utamanya pada kecepatan eksekusinya. Dengan menggunakan CPU yang lebih banyak lagi, bisa dibangun sistem parallelprocessing di setiap kota kabupaten dan propinsi sehingga membentuk jaringan verifikasi nasional
(makin padat penduduk, makin banyak jumlah CPU).
Hasil penelitian yang kedua:
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur bandwith, yaitu bandwith monitor yang memonitoring lalu lintas jaringan termasuk besar transfer data dan waktu yang  dibutuhkan selama proses transfer data selesai, dengan menghitung jumlah selisih waktu antara waktu mulai dan waktu selesai dan didapatkan hasil pengukuran seperti pada tabel 2. Pengukuran dilakukan dalam tiga tahap dengan jumlah record yang berbeda dimana tahap I sebanyak 40 record dan waktu yang dibutuhkan rata – rata 1 detik, selanjutnya pada tahap II ditambahkan record sebanyak 80 record dan waktu yang dibutuhkan rata – rata 2 detik, selanjutnya pada tahap III ditambahkan record sebanyak 160 record dan waktu yang dibutuhkan rata – rata 4 detik.

4. Kesimpulan

kesimpulan dari kedua penelitian ini adalah bahwa permasalahan yang memerlukan sejumlah besar proses komputasi bisa diselesaikan lebih efektif dengan menggunakan kekuatan dari processor dan memori banyak komputer, oleh karena itu penggunaan teknik Message Passing yang digunakan untuk model komputasi paralel dengan memori terdistribusi merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan dengan baik untuk mengelola transfer data di antara proses-proses yang terlibat dalam sistem.

5. Referensi


Sabtu, 20 April 2019

REVIEW JURNAL

REVIEW JURNAL"PEMODELAN ARISTEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS CLOUD COMPUTING UNTUK INSTITUSI PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA"
karya ACHMAD SHOLICHIN, ZAINAL A. HASIBUAN


PENDAHULUAN

Sebelum membahas lebih jauh tentang isi jurnal,  maka terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang cloud computing dan arsitektur teknologi informasi yang akan digunakan dalam lingkup perguruan tinggi di Indonesia.

Teknologi cloud computing adalah suatu teknologi komputasi yang sudah ada berbasis internet sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan yang diperlukan dimanapun dan kapanpun. Arsitektur teknologi informasi dalam suatu organisasi merupakan sebuah sistem yang menjelaskan bagaimana elemen teknologi informasi dan manajemen informasi bekerja satu sama lain sebagai satu kesatuan dalam melaksanakan suatu tujuan. Dengan adanya teknologi informasi inilah, jalannya suatu organisasi akan lebih mudah mencapai tujuan yang akan dicapai. Tujuan penerapan teknologi cloud computing dalam layanan teknologi informasi yang ada di perguruan tinggi di Indonesia adalah kemudahan dalam mengakses suatu layanan yang diperlukan dan juga pengumpulan data yang akan dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI) menjadi lebih mudah dan efisien.

Dalam penggunaan teknologi cloud computing yang akan diterapkan, perlu adanya standarisasi arsitektur teknologi informasi yang akan digunakan di perguruan tinggi . Tidak adanya standarisasi struktur data yang diterapkan, konsolidasi data satu dengan yang lainnya, dan inkonsisten pengembangan sistem inforamasi akan dapat menimbulkan berbagai permasalahan dan hambatan.

Dalam menyelenggarakan proses penyelenggaraan pendidikan, Perguruan Tinggi memiliki hak untuk menentukan kebijakan masing-masing, namun pemerintah sebagai pembuat kebijakan menentukan standarisasi penyelenggaraan pendidikan melalui UU no. 20 tahun 2003 tentang Ssitem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang tersebut, dinyatakan dalam pasal 20 (ayat 2) bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi, secara umum, sistem perguruan tinggi tidak jauh berbeda dalam menyelenggarakan proses pendidikannya. Kesamaan karakateristik inilah yang akan dijadikan sebagai dasar arsitektur teknologi informasi di perguruan tinggi di Indonesia.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka didapatkan konsep dalam menyusun model arsitektur teknologi informasi perguruan tinggi di Indonesia. Arsitektur tersebut terdiri dari arsitektur bisnis, arsitektur data, aristektur aplikasi, dan arsitektur teknologi. Pada penelitian ini akan dibahas:

Bagaiamana model arsitektur teknlogi informasi berbasis cloud computing yang sesuai untuk institusi perguruan tinggi di Indonesia.
Apa saja komponen arsitektur teknologi informasi berbasis cloud computing yang sesuai untuk insitusi perguruan tinggi di Indonesia.
Apa saja layanan yang diberikan oleh cloud computing provider dalam model arsitektur teknologi informasi di perguruan tinggi
Metodologi penelitian yang akan digunakan sebagai acuan adalah TOGAF Architecture Development Method (TOGAF ADM)yang disesuaikan dengan teknologi cloud computing.

ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI

Arsitektur teknologi informasi merupakan organisasi dasar dari sistem insentif perangkat lunak.

TOGAF merupakan standar industri dan metode pengembangan yang dapat digunakan bebas oleh setiap organisasi yang ingin mengembangkan arsitektur perusahaan untuk digunakan di perusahaan sendiri. TOGAF telah dikembangkan secara berkelanjutan dari tahun 90-an oleh perwakilan dari berbagai organisasi pemakai dan vendor teknologi informasi terkemuka, bekerjasama dalam The Open Group’s Architecture Forum.

TOGAF menyediakan berbagai metode dan tools untuk membantu perusahaan dalam mempersiapkan, mengembangkan, menggunakan, dan memelihara arsitektur dan perusahaannya. TOGAF mendukung empat jenis arsitektur perusahaan, yaitu arsitektur bisnis, aristektur data, arsitektur aplikasi, dan arsitektur teknologi.

Arsitektur bisnis merupakan aristektur yang mendefinisikan strategi bisnis, proses bisnis utama dan pendukung organisasi serta pengelolaannya. Arsitektur data mendefinisikan struktur data dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, baik secara fisik maupun logis. Arsitektur aplikasi mendefinisikan cetak biru dalam pengembangan aplikasi dan sistem informasi dalam suatu perusahaan, termasuk yang berkaitan dengan proses bisnis perusahaan. TOGAF juga mendukung arsitektur teknologi yang menggambarkan perangkat lunak, perangkat keras, dan jaringan untuk mendukung proses bisnis dan arsitektur lainnya.

CLOUD COMPUTING

Peter Mell dan Tim Grance dari National Institue of Standards and Technology (NIST), Information Technology Laboratory mendefinisikan cloud computing sebagai suatu model yang mempermudah ketersediaan dan konfigurasi layanan baik berupa perangkat lunak, jaringan, server, media penyimpanan maupun aplikasi. Suatu layanan dapat dipasang dan dihilangkan dengan mudah . Model cloud computing memiliki lima karakteristik utama, yaitu On-Demand  self service, Broad Network Access, Resource Pooling, Rapid Elasticity, dan Measured Service. Jika dilihat dari pengembangannya, cloud computing terdiri dari empat model, yaitu: private cloud, Community Cloud, Public cloud, dan Hybrid Cloud.

ARISTEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

Kelemahan arsitektur teknologi informasi di Indonesia jika data harus diintegrasikan dengan perguruan tinggi lain. Dengan kata lain, struktur data yang dimiliki perguruan tinggi masih belum siap untuk diintegrasikan (lack of integration). Pelaporan data-data seperti data dosen, mahasiswa, dan data akademis lainnya masih dilakukan secara manual sehingga muncul beberapa permasalahan. Permasalahan yang sering muncul adalah tidak terbacanya data pada media yang digunakan. Selain itu, proses perubahan data belum bias dilakukan secara cepat.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap 100 (seratus) perguruan tinggi di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa terdapat sembilan aplikasi sistem informasi yang banyak digunakan di perguruna tinggi di Indoesia.

Berdasarkan hasil pemetaan aplikasi sistem informasi di perguruna tinggi, terdapat beberapa aplikasi yang termasuk kategori Support yaitu Sistem Informasi Kemahasiswaan, SI Kepeegawaian, SI Inventaris Barang, SI Keuangan, Website, Email, dan Blog. Aplikasi tersebut cukup diperlukan di perguruan tinggi namun tidak terlalu mempengaruhi proses bisnis utama di perguruan tinggi.

Sedangkan pada kategori Key Operation, terdapat Sembilan aplikasi sistem informasi, yaitu sistem informasi Penerimaan Mahasiswa, Sistem Informasi Akademik, LMS (learning), Sistem Informasi Perpustakaan, Sistem Informasi Laboratorium, Sistem Informasi Kurikulum, Sistem Informasi Penelitian & PPM , Sistem Informasi Alumni dan Karir, SI Laporan Akademik (EPSBED). Kesembilan aplikasi di atas merupakan aplikasi inti (utama) yang harus tersedia dalam perguruan tinggi. Jika salah satu tidak tersedia maka proses bisnis perguruan tinggi akan terganggu. Oleh karena itu, Sembilan aplikasi tersebut menjadil layanan wajib di perguruan tinggi di Indonesia.

Sementara, ada tiga sistem informasi yang termasuk dalam kategori Strategic, yaitu Sistem Informasi Executive, Sistem Informasi Management Project dan Knowledge Mangement System. Penerapan sistem informasi tersebut akan menimbulkan daya saing (competitive advantages) bagi perguruan tinggi.

Sedangkan pada aplikasi High Potential, tidak terdapat sistem informasi. Saat ini di perguruan tinggi di Indonesia secara umum belum memiliki sistem informasi bersifat high potential. Dalam kaitannya dengan duni pendidikan, terutama perguruna tinggi, aplikasi high potential merupakan suatu aplikasi yang dapat menjadi dasar bagi pemerintah atau perguruan tinggi dalam mengambil suatu kebijakan.

HASIL PENELITIAN

Setelah dilakukan analisis terhadap perguruan tinggi di Indonesia serta memperhatikan penerapan konsep cloud computing, didapatkan hasil penelitian berupa arsitektur teknologi informasi yang dapat diterapkan di institusi perguruan tinggi di Indonesia.

ARSITEKTUR APLIKASI

Arsitektur di perguruan tinggi menggambarkan bagaimana aplikasi diletakkan dalam cloud, serta bagaimana hubungan antar aplikasi tersebut baik antar aplikasi dalam cloud maupun di luar cloud. Antara perguruan tinggi dan cloud dihubungkan dengan jaringan INHERENT

Jika dilihat secara rinci maka ada beberapa hubungan pada aplikasi dalam cloud, misalnya:

Sistem penerimaan mahasiswa baru akan berhubungan dengan sistem informasi akademik, terutama dalam hal konsolidasi data mahasiswa yang lulus seleksi ujian penerimaan mahasiswa baru.

Selain dipengaruhi dengan sitem penerimaan mahasiswa baru, sistem informasi akademik juga dipengaruhi oleh sistem pembelajaran (eLearning), sistem laboratorium (eLaboratory), sistem perpustakaan (eLibrary), sistem kurikulum (eKurikulum).

Selain hubungan aplikasi dalam cloud, terdapat hubungan timbal balik antara cloud provider dengan perguruan tinggi. Hubungan timbal balik terwujud dalam proses interaksi penggunaan sistem dan pemutakhiran data perguruan tinggi di cloud. Hubungan antara cloud provider dan perguruan tinggi dapat menggunakan jaringan pendidikan tinggi yaitu INHERENT.

ARSITEKTUR TEKNOLOGI

Keberhasilan penerapan teknologi informasi berbasis cloud computing, sangat dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan’

Pada bagian Infrastruscture as a Service, terdapat beberapa komponen teknologi, yaitu hardware, software, network service dan infrastructure management. Komponen hardware menyangkut komponen fisik, seperti server, media penyimpanan, UPS, dan komponen pendukung lainnya seperti sumber listrik. Pada komponen software, terutama menyangkut sistem operasi beserta aplikasi pendukungnya, serta aplikasi virtual server yang memungkinkan penyedia spesifikasi server yang berbeda bagi pengguna sesuai kebutuhan. Komponen Network Service mengatur layanan komunikasi data melalui jaringan. Untuk perguruan tinggi, dapat menggunakan protocol TCP/IP yang sudah luas penggunaanya dan menggunakan jaringan INHERENT yang sudah tersedia. Komponen yang terakhir yaitu infrastructure management untuk mengatur penggunaan infrastruktur, termasuk informasi penggunaan infrastruktur.

Bagaian kedua yaitu Paltform as a Service, bagian ini terdiri dari beberapa komponen antara lain Integration dan Middleware yang berfungsi sebagai penghubung komunikasi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Misal, antara PHP dan Java sebagai bahasa pemrograman dihubungkan dengan OBDC (Open Database Connectivity) agar dapat terhubung dengan berbagai jenis basis data. Mengingat kondisi perguruan tinggi di Indonesia, maka diusulkan untuk menggunakan platform berbasis web agar dapat diakses dengan mudah. Untuk membangun aplikasi berbasis web maka diperlukan tiga komponen dasar, yaitu web server seperti Apache dan IIS, application server berbasis server seperti PHP dan Java, serta basis data seperti MySQL dan Oracle.

Software as a Service merupakan bagian paling puncak dari model pengembangan aplikasi cloud computing. Pada bagian ini terdapat komponen struktur data dan metadata yang diperlukan oleh aplikasi, teradapat Sembilan aplikasi yang menjadi layanan Software as Service. Setiap aplikasi tersebut berhubungan dengan komponen Presentation yang mengatur tampilan aplikasi dalam berbagai media, seperti browser dan mobile phone. Selain itu, terdapat API (Application Program Interface) yang diperlukan untuk menghubungkan aplikasi dengan aplikasi lain yang mungkin dikembangkan oleh perguruan tinggi.

Selain berdasarkan model pengembangannya, arsitektur teknologi juga dapat dilihat dari sisi cloud provider. Cloud provider sebagai pihak yang menyediakan layanan berbasis cloud merupakan pihak yang paling penting dalam arsitektur teknologi informasi yang diusulkan untuk perguruan tinggi. Model arsitektur teknologi informasi yang diusulkan untuk perguruan tinggi, terutama untuk cloud provider, dibuat dengan menggunakan model Market-oriented Cloud Architecture. Model tersebut terbagi menjadi 4 lapisan utama, yaitu lapisan mesin atau perangkat fisik, lapisan virtual machines (VMs), lapisan SLA Resource Allocator dan yang terakhir lapisan pengguna atau user.

Pada lapisan 1 terdapat Infrastruktur fisik yang merupakan bagian paling dasar dari arsitektur teknologi informasi yang dihasilkan. Infrastruktur fisik berupa server-server aplikasi yang dibutuhkan, baik server untuk pemrosesan data, basis data, server web maupun jenis server lain yang diperlukan oleh setiap aplikasi. Seperti sudah dijelaskan di bagian sebelumnya, terdapat sembilan aplikasi yang diusulkan untuk diletakkan di dalam cloud. Ketangguhan server dalam arsitektur berbasis cloud sangat mempengaruhi kualitas layanan yang dihasilkan. Terlebih lagi untuk melayani seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang berjumlah 3000 lebih. Untuk meningkatkan ketangguhan dari server, dapat digunakan teknologi grid dimana setiap proses komputasi dapat dijalankan (dieksekusi) oleh beberapa server sekaligus. Dengan adanya pembagian proses tersebut, maka kecepatan proses akan lebih baik dibanding tanpa adanya teknologi grid.

Pada lapisan 2 terdapat Virtual Machines (Server Virtual). Konsep virtual marchine atau virtualization akan meningkatkan ketersediaan layanan TI dan akan menghemat jumlah infrastruktur fisik yang diperlukan. Dengan teknologi virtualisasi juga memungkinkan setiap client atau pengguna layanan secara virtual memiliki kuasa penuh atas server-nya sendiri, walaupun secara fisik harus berbagi sumber daya dengan client yang lain. Sedangkan Lapisan 3 merupakan SLA Resource Allocator yang menjadi bagian dari arsitektur cloud yang bertugas mengatur ketersediaan layanan untuk setiap pengguna. Bagian ini merupakan bagian yang menghubungkan antara aplikasi, sistem informasi atau layanan yang disediakan oleh cloud provider dengan cloud consumer yaitu pihak perguruan tinggi. Bagian ini juga yang bertanggung jawab menerima permintaan layanan dari pihak perguruan tinggi, menganalisis kelayakan permintaan tersebut dan menanggapi permintaan.

Pada Lapisan 4 terdapat User atau Pengguna layanan yaitu seluruh perguruan tinggi yang terdaftar di Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI). User atau pengguna dapat mengajukan suatu layanan yang dibutuhkan oleh perguruan tingginya. Sebaliknya pengguna juga dapat mengajukan penghentian suatu layanan jika sudah tidak diperlukan. Pengaturan layanan oleh pengguna dapat dilakukan melalui suatu portal atau aplikasi yang disediakan oleh cloud provider.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian yang sudah dilakukan, maka secara singkat dapat disimpulkan bahwa:

Dengan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang cukup banyak, maka arsitektur teknologi informasi yang paling sesuai untuk diterapkan adalah arsitektur yang berbasiskan layanan (service oriented architecture) dan menggunakan teknologi virtualization dan grid computing.

Perguruan tinggi di Indonesia memiliki 9 (sembilan) sistem informasi utama yang sebaiknya diletakkan di-cloud, sehingga akan menghemat biaya pengembangan maupun implementasinya. Kesembilan sistem informasi tersebut adalah (1) sistem informasi penerimaan mahasiswa baru, (2) sistem informasi akademik, (3) sistem e-learning, (4) sistem informasi perpustakaan, (5) sistem informasi laboratorium, (6) sistem informasi kurikulum, (7) sistem informasi penelitian & pengabdian masyarakat, (8) sistem informasi alumni dan karir, dan (9) sistem informasi pelaporan akademik (EPSBED).

Dengan menggunakan framework pemodelan arsitektur cloud berbasis kebutuhan pengguna, dihasilkan suatu model arsitektur teknologi informasi untuk perguruan tinggi di Indonesia yang terdiri dari arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi.

Dengan penggunaan konsep cloud computing, arsitektur teknologi informasi yang dihasilkan akan menyelesaikan permasalahan redundancy sistem informasi, tidak adanya konsolidasi dan standardisasi data serta inconsistency dalam pengembangan sistem informasi. Bagi perguruan tinggi, dengan model arsitektur yang dihasilkan akan bermanfaat yaitu penghematan biaya pengembangan aplikasi. Selain itu, dengan adanya pihak ketiga yang membangun aplikasi, maka perguruan tinggi dapat lebih fokus terhadap proses bisnis utamanya, yaitu menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Sabtu, 30 Maret 2019

Komputasi Modern

Apa itu Komputasi ???
   
Komputasi ?

     Komputasi sebetulnya bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah apa yang disebut denganteori komputasi, suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, ataukapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer.

     Komputasi adalah algoritma yang digunakan untuk menemukan suatu cara dalam memecahkan masalah dari sebuah data input. Data input disini adalah sebuah masukan yang berasal dari luar lingkungan sistem. Komputasi ini merupakan bagian dari ilmu komputer berpadu dengan ilmu matematika. Secara umum ilmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan secara umum, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar terhadap bidang ilmu yang mendasari teori ini. Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut.

       Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

      Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut.


Pengertian Komputasi Modern

        Komputasi modern adalah sebuah konsep sistem yang menerima intruksi-intruksi dan menyimpannya dalam sebuah memory, memory disini bisa juga dari memory komputer. Oleh karena pada saat ini kita melakukan komputasi menggunakan komputer maka bisa dibilang komputer merupakan sebuah komputasi modern. Konsep ini pertama kali digagasi oleh John Von Neumann (1903-1957). Beliau adalah ilmuan yang meletakkan dasar-dasar komputer modern. Von Neumann telah menjadi ilmuwan besar abad 21. Von Neumann memberikan berbagai sumbangsih dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer yang di salurkan melalui karya-karyanya . Beliau juga merupakan salah satu ilmuwan yang terkait dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu. Kegeniusannya dalam matematika telah terlihat semenjak kecil dengan mampu melakukan pembagian bilangan delapan digit (angka) di dalam kepalanya.

        Dalam kerjanya komputasi modern menghitung dan mencari solusi dari masalah yang ada, dan perhitungan yang dilakukan itu meliputi:

1. Akurasi (big, Floating point)

2. Kecepatan (dalam satuan Hz)

3. Problem Volume Besar (Down Sizzing atau pararel)

4. Modeling (NN & GA)

5. Kompleksitas (Menggunakan Teori big O)



Jenis-jenis Komputasi Modern

        Komputasi modern terbagi tiga macam, yaitu komputasi mobile (bergerak), komputasi grid, dan komputasi cloud (awan). Penjelasan lebih lanjut dari jenis-jenis komputasi modern sebagai berikut :

1. Mobile computing

        Mobile computing atau komputasi bergerak memiliki beberapa penjelasan, salah satunya komputasi bergerak merupakan kemajuan teknologi komputer sehingga dapat berkomunikasi menggunakan jaringan tanpa menggunakan kabel dan mudah dibawa atau berpindah tempat, tetapi berbeda dengan komputasi nirkabel. Contoh dari perangkat komputasi bergerak seperti GPS, juga tipe dari komputasi bergerak seperti smart phone, dan lain sebagainya.

2. Grid computing

        Komputasi grid menggunakan komputer yang terpisah oleh geografis, didistibusikan dan terhubung oleh jaringan untuk menyelasaikan masalah komputasi skala besar. Ada beberapa daftar yang dapat dugunakan untuk mengenali sistem komputasi grid, adalah :
Sistem untuk koordinat sumber daya komputasi tidak dibawah kendali pusat.
Sistem menggunakan standard dan protocol yang terbuka.
Sistem mencoba mencapai kualitas pelayanan yang canggih, yang lebih baik diatas kualitas komponen individu pelayanan komputasi grid.

3. Cloud computing

        Komputasi cloud merupakan gaya komputasi yang terukur dinamis dan sumber daya virtual yang sering menyediakan layanan melalui internet. Komputasi cloud menggambarkan pelengkap baru, konsumsi dan layanan IT berbasis model dalam internet, dan biasanya melibatkan ketentuan dari keterukuran dinamis dan sumber daya virtual yang sering menyediakan layanan melalui internet.

       Adapun perbedaan antara komputasi mobile, komputasi grid dan komputasi cloud, dapat dilihat penjelasannya dibawah ini :
Komputasi mobile menggunakan teknologi komputer yang bekerja seperti handphone, sedangkan komputasi grid dan cloud menggunakan komputer.
Biaya untuk tenaga komputasi mobile lebih mahal dibandingkan dengan komputasi grid dan cloud.
Komputasi mobile tidak membutuhkan tempat dan mudah dibawa kemana-mana, sedangkan grid dan cloud membutuhkan tempat yang khusus.
Untuk komputasi mobile proses tergantung si pengguna, komputasi grid proses tergantung pengguna mendapatkan server atau tidak, dan komputasi cloud prosesnya membutuhkan jaringan internet sebagai penghubungnya.

Sejarah Komputasi Modern

       Kata “komputer” pertama kali pada tahun 1613, hal ini mengacu pada perhitungan aritmatika dan kata “komputer” digunakan dalam pengertian itu sampai pertengahan abad ke-20. Dari akhir abad ke-19 dan seterusnya. Berkembanganya komputer akhirnya makna komputer menjadi sebuah mesin yang melakukan komputasi.

       Sejarah komputer modern dimulai dengan dua teknologi yang terpisah- perhitungan otomatis dan dapat di program-tapi tidak ada satu perangkat pun yang dapat dikatakan sebagai komputer, karena sebagian penerapan yang tidak konsisten istilah tersebut. Contoh-contoh awal perangkat penghitung mekanis termasuk sempoa (yang berasal dari sekitar 150-100 SM). Seorang pahlawan dari Alexandria (sekitar 10-70 AD) membangun sebuah teater mekanis yang diadakan bermain berlangsung 10 menit dan dioperasikan oleh sebuah sistem yang kompleks dengan tali dan drum yang dipakai sebagai sarana untuk memutuskan bagian dari mekanisme. Ini adalah inti dari programmability.

        Salah satu tokoh yang sangat mempengaruhi perkembangan komputasi modern adalah John von Neumann (1903-1957), Beliau adalah ilmuan yang meletakkan dasar-dasar komputermodern.Von Neumann telah menjadi ilmuwan besar abad 21. Von Neumann memberikan berbagai sumbangsih dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer yang di salurkan melalui karya-karyanya . Beliau juga merupakan salah satu ilmuwan yang terkait dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu.

        Sejarah singkat dari perjalanan hidup dari Von Neumann , dilahirkan di Budapest, Hungaria pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Dia adalah anak pertama dari pasangan Neumann Miksa dan Kann Margit.Nama keluarga diletakkan di depan nama asli. Sehingga dalam bahasa Inggris, nama orang tuanya menjadi Max Neumann. Pada saat Max Neumann memperoleh gelar, maka namanya berubah menjadi Von Neumann. Setelah bergelar doktor dalam ilmu hukum, dia menjadi pengacara untuk sebuah bank. Pada tahun 1903, Budapest merupakan tempat lahirnya para manusia genius dari bidang sains, penulis, seniman dan musisi.

       Von Neumann belajar berbagai tempat dan beberapa tempatnya di Berlin dan Zurich. Di tempat itu beliau mendapatkan diploma pada bidang teknik kimia pada tahun 1926. Pada tahun yang sama dia mendapatkan gelar doktor pada bidang matematika dari Universitas Budapest. Keahlian Von Neumann terletak pada bidang teori game yang melahirkan konsep seluler automata, teknologi bom atom, dan komputasi modern yang kemudian melahirkan komputer. Kegeniusannya dalam bidang matematika telah terlihat semenjak kecil dengan mampu melakukan pembagian bilangan delapan digit (angka) di dalam kepalanya.

       Beliau pernah mengajar di Berlin dan Hamburg, Von Neumann pindah ke Amerika pada tahun 1930 dan bekerja di Universitas Princeton pada saat yang bersamaan Von Neumann menjadi salah satu pendiri Institute for Advanced Studies.

       Von Neumann sangat tertarik pada hidrodinamika dan kesulitan penyelesaian persamaan diferensial parsial nonlinier yang digunakan, Von Neumann kemudian beralih dalam bidang komputasi. Von Neumann menjadi seorang konsultan pada pengembangan komputer ENIAC, dia merancang konsep arsitektur komputer yang masih dipakai sampai sekarang. Arsitektur Von Nuemann adalah seperangkat komputer dengan program yang tersimpan (program dan data disimpan pada memori) dengan pengendali pusat, I/O, dan memori.

Berikut ini beberapa contoh komputasi modern sampai dengan lahirnya ENIAC :
Konrad Zuse’s electromechanical “Z mesin”.Z3 (1941) sebuah mesin pertama menampilkan biner aritmatika, termasuk aritmatika floating point dan ukuran programmability. Pada tahun 1998, Z3 operasional pertama di dunia komputer itu di anggap sebagai Turing lengkap.
Non-programmable Atanasoff-Berry Computer yang di temukan pada tahun 1941 alat ini menggunakan tabung hampa berdasarkan perhitungan, angka biner, dan regeneratif memori kapasitor.Penggunaan memori regeneratif diperbolehkan untuk menjadi jauh lebih seragam (berukuran meja besar atau meja kerja).
Komputer Colossus ditemukan pada tahun 1943, berkemampuan untuk membatasi kemampuan program pada alat ini menunjukkan bahwa perangkat menggunakan ribuan tabung dapat digunakan lebih baik dan elektronik reprogrammable.Komputer ini digunakan untuk memecahkan kode perang Jerman.
The Harvard Mark I ditemukan pada 1944, mempunyai skala besar, merupakan komputer elektromekanis dengan programmability terbatas.
Lahirnya US Army’s Ballistic Research Laboratory ENIAC ditemukan pada tahun 1946, komputer ini digunakan unutk menghitung desimal aritmatika dan biasanya disebut sebagai tujuan umum pertama komputer elektronik (ENIAC merupaka generasi yang sudah sangat berkembang di zamannya sejak komputer pertama Konrad Zuse ’s Z3 yang ditemukan padatahun 1941).

ini adalah website yang menggunakan komputasi modern di bidang matematika yaitu mathway.com
foto website mathway.com

di web ini kita dapat menghitung angka-angka yang telah disediakan oleh developernya sehingga kita dapat menyelesaikan soal-soal dengan mudah

referensi :
https://faris6593.blogspot.com/2015/04/softskill-pengertian-komputasi-modern-dan-jenisnya.html
http://sikat-ku.blogspot.com/2015/04/apa-itu-komputasi.html
http://devaprananda.blogspot.com/2019/03/contoh-penerapan-komputasi-modern.html
https://www.mathway.com/Algebra

Jumat, 18 Januari 2019

Perbedaan Antara CV Mandor Online dan PT. FST

pada kesempatan kali ini saya akan membagikan apa yang saya dapat dari yang telah saya dengar saya lihat kemarin pada saat dikelas. ada dua kelompok yang maju yaitu kelompok yang mempresentasikan tentang PT. FST yang bergerak dibidang dalam pembuatan jasa travel dan pemesanan tiket. dan CV mandor Online yang dipresntasikan oleh kelompok kami sendiri dan perusahaan kami yang bergerak dalam bidang penyambung atau membantu bagi para penyewa kuli maupun bagi Kuli(pekerja) dalam melakukan kegiatan

perbedaan yang sangat menonjol dari kedua perusahaan tersebut bentuk perusahaan PT FST yang berbentuk PT(perseroan Terbatas) sedangkan CV mandor Online bentuk perusahaannya adalah CV. itu adalah perbedaan yang paling kelihatan dari kedua perusahaan tersebut

Selain itu PT. FST bergerak dalam bidang jasa pembuatan progam sedangkan CV mandor online telah menjadi suatu aplikasi Front end yang sudah dapat langsung digunakan oleh Client sehingga kedua perusaaan tersebut memiliki bidang masing masing

saya kira itu perbedaan yang dapat saya sampaikan diantara dua perusahaan yang dipresentasikan dikelas pada waktu itu, terima kasih semoga bermanfaat bagi pembaca saya

LAPAK MANDOR – MANDOR ONLINE(CV)

PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA

MEMBUAT PERUSAHAAN IT



LAPAK MANDOR

MANDOR ONLINE(CV)





Ahmd Syukron

Bagas Ardian

Calvin Moses

Danii Yoga

Muhammad Yunus

Nadia Firly





Universitas Gunadarma

Teknik Informatika 2018/2019



Latar belakang

Di era globalisasi saat ini, segala aspek didorong untuk terus melakukan berbagai upaya inovasi. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan diberbagai sektor. Sebagai negara yang menduduki tingkat kepadatan tertinggi ke-5 di dunia, Indonesia merupakan pasar yang menarik dan dapat dimanfaatkan.Hal tersebut dapat terlihat bahwa semakin banyaknya penduduk maka semakin banyak pula kebutuhan primer yang harus ditunjang. Salah satu yang adalah tempat tingga. Problema yang kerap terjadi di masyarakat adalah sulitnya menemukan jasa tukang untuk membangun tempat tinggalnya. Dengan kemajuan teknolog yang berkembang begitu pesat saat ini. Perlu adanya sebuah wadah platform berbasis teknologi yang mampu memudahkan seorang customer dalam mendapatkan tukang bangunan yang berkualitas. Saat ini, belum banyaknya pelaku usaha dalam mengaplikasikan mobile marketing sebagai salah satu cara efektif dalam penjualan jasa. Dengan menggunakan platform tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi serta mendapatkan jasa tukang bangunan secara lebih praktis dan efektif.



Visi

Sebuah perusahaan yang berjalan dalam bidang pengembangan platform/penyedia tukang bangunan yang berkualitas terbaik di Indonesia berbasis teknologi.



Misi

Melakukan penjaringan dan peningkatan kemampuan pekerja dalam meningkatkan tongkat profesionalitas.
Menjadil kerja sama yang baik dengan konstruksi/vendor.
Mempermudah konsumen untuk mencari tukang yang dibutuhkan sesuai keahlian.
Menjadi badan mandor online yang menjunjung tinggi kepuasan konsumen dan tingkat kesejahteraan pekerja.


Produk Layanan Jasa

Perusahaan Lapak Mandor menyediakan berbagai macam tukang dengan masing masing keahlian yang dibutuhkan oleh para konsumen. Hal tersbut sangat penting mengingat konstruksi harus dikerjakan secara professional demi keamanan dan kenyamanan pengguna. Berikut daftar jasa tukang yang ditawarkan :

Tukang Gali
Kemampuan : Penggalian, pembuatan pondasi

Tukang Batu
Kemampuan : Membuat pondasi, instalasi batu bata, ngecor, berkaitan dengan semen pasir batu

Tukang Besi
Kemampuan : Konstruksi rumah, pembuatan kolom, sloof, ngedag dll

Tukang Kayu
Kemampuan : Membuat kerangka atap, kuda kuda, kerangka jendela, pintu, kusen, serta bagian rumah lainnya dari kayu

Tukang Cat
Kemampuan : Dekorasi dengan cat, pewarnaan tembok, furnishing dan lain lain.

Tukangg Listrik
Kemampuan : Melakukan pemasangan dan pengecekan aliran listrik

Tukang Mesin
Kemampuan : Melakukan perakitan dan pengoperasian mesih



Struktur organisasi

Chief Executive Officer :          Danni Yoga
CEO diharapkan memiliki kemampuannya untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat, meminimalisir risiko bisnis, dan meningkatkan profit perusahaan. Berikut tugas dar CEO :

Chief Financial Officer :      Ahmad Syukron
Orang yang bertanggung jawab atas pelaporan, penggalangan dana, dan penganggaran. Pada tahap awal sebuah startup, ia juga bertanggung jawab pada penggajian dan sumber daya manusia.



Community Base Organization : Calvin Moses
Bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan program-program yang berorientasi pada pembangunan. Bersentuhan langsung dengan kelompok masyarakat yang spesifik di suatu wilayah geografis.

Human Resources : Nadia Firly
Manajemen sumber daya manusia berfokus pada peningkatan kinerja karyawan hingga maksimum sesuai dengan posisi dan tugas mereka dalam perusahaan. Karena sebuah organisasi terdiri dari banyak orang, HRD berfungsi untuk mengelola keahlian, meningkatkan, dan memotivasi mereka untuk mencapai kinerja terbaik dan memastikan mereka tetap berkomitmen pada perusahaan

Chief Performance Officer : Bagas Ardian
Bertugas untuk men-handle masalah kinerja dari setiap karyawan yang terlibat didalam perusahaan.

Chief Technical Officer :     M Yunus
Orang yang bertanggung jawab pada kualitas akhir, karena ia mengelola tim engineer selama prosesnya. CTO juga penting untuk bertindak sebagai ahli teknologi dan seorang pemimpin.



Tentang Perusahaan

Logo Perusahaan
LAPAK MANDOR



Tentang Kantor
Telefon: 021- 8552121

Kantor : Jl. K.H. Mas Mansyur, RT.2/RW.8, Kb. Melati, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10230





Jumlah Karyawan
Berikut jumlah karyawan yang terdaftar sesuai dengan divisi keahlian :

Divisi Bagian Masa Tunggu Obsors Total
Tukang Gali 30 Orang 45 Orang 75 Orang
Besi 20 Orang 17 Orang 37 Orang
Kayu 15 Orang 20 Orang 35 Orang
Cat 45 Orang 15 Orang 60 Orang
Listrik 5 Orang 12 Orang 17 Orang
Mesin 2 Orang 7 Orang 9 Orang
Batu 17 Orang 10 Orang 27 Orang
Total 134 Orang 126 Orang 260 Orang


Registrasi CV
Nama Perusahaan : Lapak Mandor
Mulai Berdiri : 31 Desember 2018
Nama Pemilik : Danni Yoga
Umur : 21 Tahun
Badan Usaha : CV
Produk yang dihasilkan : Jasa
Pemasaran : Nasional
Pemodalan : Swasta
Perijinan : Izin Prinsip (IP), Izin Gangguan (HO), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
Jumlah Karyawan : 280 Orang
Modal Sendiri : 145.000.000-,00
Modal Luar : 356.000.000-,00
Omset Penjualan Pertahun : 760.000.000-,00
Laba Keuntungan Pertahun : 560.000.000-,00
Jumlah Asset : 1.890.000.000-,00


Ciri Ciri Organisasi CV :

-Mudah proses pendiriannya.

-Kebutuhan akan modal dapat lebih dipenuhi.

-Persekutuan komanditer cenderung lebih mudah memperoleh kredit.

-Dari segi kepemimpinan, persekutuan komanditer relatif lebih baik.

-Sebagai tempat untuk menanamkan modal, persekutuan komanditer cenderung lebih baik, karena bagi sekutu diam akan lebih mudah untuk menginvestasikan maupun mencairkan kembali modalnya.



Struktur dan Skema Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu hubungan antara komponen-komponen yang ada pada organisasi yang saling bekerja sama menjalankan tugas dan wewenangnya masing-masing agar mencapai tujuan bersama.

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi diantarnya :

Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
2) Bentuk Mendatar / Horizontal.

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

Bentuk Lingkaran.
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.


4) Bentuk Setengah Lingkaran.

Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
5) Bentuk Elliptical.

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips.

6) Bentuk Piramid terbalik.

Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.
Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan tentang organisasi yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan dari organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.



Syarat Pendirian dan Perijinan CV

Pembuatan Akta Dan Pendirian Cv
Akta ini dibuat dan ditandatangani oleh notaris, dengan menyerahkan :

-Fotokopi KTP Direktur dan Persero Pasif (Komisaris)

-Fotokopi NPWP Direktur dan Persero Pasif (Komisaris)

-Nama CV

-Penjelasan mengenai bidang usaha

-Foto Direktur ukuran 3×4 latar belakang merah

Pembuatan Surat Keterangan Domisili Perusahaan
Surat ini diajukan ke kelurahan setempat, sebagai bukti keterangan alamat perusahaan dengan persyaratan :

-Pengisian formulir pengajuan SKDP

-Melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian & SK Menkumham)

-Fotokopi kontrak/sewa tempat usaha atau bukti kepemilikan tempat usaha

-Surat keterangan dan pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran/pertokoan

-Fotokopi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tahun terakhir

-Fotokopi IMB (Ijin Mendirikan Bangunan)

-Foto gedung/ruangan tampak luar dan dalam

Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (Npwp)
Permohonan pendaftaran wajib pajak badan usaha diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai dengan domisili perusahaan. Selain mendapat kartu NPWP, nanti juga akan mendapat surat keterangan terdaftar sebagai wajib pajak dengan persyaratan :

-Pengisian formulir pengajuan NPWP

-Melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian, SK Menkumham & SKDP)

-Fotokopi KTP, NPWP & KK Direktur

Pembuatan Surat Ijin Usaha Perdagangan (Siup)
Permohonan diajukan ke Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten untuk golongan SIUP menengah dan kecil. Sedangkan SIUP besar diajukan ke Dinas Perdagangan Propinsi dengan persyaratannya:

-Pengisian formulir pengajuan SIUP

-Melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian, SK Menkumham, SKDP & NPWP)

-Pas foto direktur perusahaan ukuran 3×4 (2 lembar) berwarna.

Pembuatan Surat Keterangan Domisili Perusahaan
Surat ini diajukan ke kelurahan setempat, sebagai bukti keterangan alamat perusahaan dengan persyaratan :

-Pengisian formulir pengajuan SKDP

-Melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian & SK Menkumham)

-Fotokopi kontrak/sewa tempat usaha atau bukti kepemilikan tempat usaha

-Surat keterangan dan pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran/pertokoan

-Fotokopi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tahun terakhir

-Fotokopi IMB (Ijin Mendirikan Bangunan)

-Foto gedung/ruangan tampak luar dan dalam

Pembuatan Tanda Daftar Perusahaan (Tdp)
Pendaftaran dilakukan ke Dinas Perdagangan yang berada di Kota/Kabupatcn domisili perusahaann :

-Pengisian formulir pengajuan SIUP

-Melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian, SK Menkumham, SKDP, NPWP & TDP)

-Pas foto direktur perusahaan ukuran 3×4 (2 lembar) berwarna