Analisis Tentang Distributed Processing
ini adalah review tentang 2 jurnal MODEL DISTRIBUTED-DATA PROCESSING BERBASIS OPEN-SOURCE UNTUK PENGOLAHAN DATA KEPENDUDUKAN DALAM RANGKA IMPLEMENTASI
E-GOV INDONESIA dan DISTRIBUTED DATABASE REPLICATED SYSTEM
FOR DATA CENTER.
E-GOV INDONESIA dan DISTRIBUTED DATABASE REPLICATED SYSTEM
FOR DATA CENTER.
Latar Belakang
Pada kedua penelitian ini sama-sama mengangkat permasalahan tentang Distributed Processing yang merupakan kemampuan menjalankan semua proses pengolahan data secara bersama antara komputer yang berfungsi sebagai pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil dan saling dihubungkan melalui jalur komunikasi.
Pada penelitian yang pertama, peneliti melakukan penelitian dengan parallel processing yang merupakan upaya mempercepat proses eksekusi dari suatu program dengan cara membagi program menjadi fragmen-fragmen yang dijalankan di dalam beberapa prosesor yang terpisah. Suatu program yang dieksekusi oleh n prosesor, secara
teoritis akan n kali lebih cepat. Namun dalam implementasinya, ada beberapa konfigurasi hardware yang bisa disebut sebagai parallel processing. Pertama,
dalam satu CPU terdapat lebih dari satu prosesor dengan shared memory; kedua, dalam satu CPU terdapat beberapa/banyak prosesor dengan masingmasing memiliki memory sendiri; dan ketiga adalah beberapa atau banyak CPU terhubung ke jaringan
komputer untuk mengeksekusi suatu program secara bersama-sama. Dalam penelitian ini, tim penulis mencoba konfigurasi yang ketiga, yang sering juga
disebut sebagai distributed processing.
teoritis akan n kali lebih cepat. Namun dalam implementasinya, ada beberapa konfigurasi hardware yang bisa disebut sebagai parallel processing. Pertama,
dalam satu CPU terdapat lebih dari satu prosesor dengan shared memory; kedua, dalam satu CPU terdapat beberapa/banyak prosesor dengan masingmasing memiliki memory sendiri; dan ketiga adalah beberapa atau banyak CPU terhubung ke jaringan
komputer untuk mengeksekusi suatu program secara bersama-sama. Dalam penelitian ini, tim penulis mencoba konfigurasi yang ketiga, yang sering juga
disebut sebagai distributed processing.
Sedangkan untuk penelitian yang kedua, peneliti melakukan penelitian yang memiliki tujuan untuk membangun aplikasi Data Center yang dapat menyatukan data dari berbagai server dengan basisdata yang beragam secara otomatis.
2. Metode
Metode untuk Jurnal yang pertama menggunakan embedded system SH4 yang dijajar
sebanyak empat buah. Specifikasi dari masingmasing CPU adalah seperti berikut.
sebanyak empat buah. Specifikasi dari masingmasing CPU adalah seperti berikut.
CPU SH4 (SH7751R, 266MHz)
Memory 64MB SDRAM
HDD 120GB, ATA133, 5400rpm
NIC 10/100 BASE-T (RTL-8139C+)
I/F USB 2.0×2port
Power 14 Watt
Memory 64MB SDRAM
HDD 120GB, ATA133, 5400rpm
NIC 10/100 BASE-T (RTL-8139C+)
I/F USB 2.0×2port
Power 14 Watt
Metode untuk Jurnal yang kedua menggunakan metode studi literature (library research) dan studi lapangan (field research) untuk perancangan sistem. Adapun tahapan penelitian meliputi:
Tahap diagnosis
Pada tahap ini akan dilakukan analisis kebutuhan dan spesifikasi (Requirement
Analysis and Spesification). Pada tahap ini akan dilakukan observasi terhadap semua sistem informasi masing – masing SKPD untuk melihat proses bisnis sistem yang jalan sertanmengidentifikasi Basis Data dari masing – masing SKPD.
Pada tahap ini akan dilakukan analisis kebutuhan dan spesifikasi (Requirement
Analysis and Spesification). Pada tahap ini akan dilakukan observasi terhadap semua sistem informasi masing – masing SKPD untuk melihat proses bisnis sistem yang jalan sertanmengidentifikasi Basis Data dari masing – masing SKPD.
Tahap perencanaan aksi
Pada tahap ini dilakukan penyusunan kesepakatan dengan pihak Instansi untuk pemanfaatan sistem yang baru.
Pada tahap ini dilakukan penyusunan kesepakatan dengan pihak Instansi untuk pemanfaatan sistem yang baru.
Tahap pelaksanaan aksi
Di tahap ini dilakukan pembangunan arsitektur sistem berdasarkan hasil diagnosis
analisis kebutuhan dan spesifikasi (Requirrement Analisys and Specification) serta
identifikasi masalah yang ada, dari sisi teknis yang meliputi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
Di tahap ini dilakukan pembangunan arsitektur sistem berdasarkan hasil diagnosis
analisis kebutuhan dan spesifikasi (Requirrement Analisys and Specification) serta
identifikasi masalah yang ada, dari sisi teknis yang meliputi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
Tahap pengujian sistem
Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem berupa uji coba yaitu dengan pengujian unit
sistem, dimana kita menguji semua unit – unit proses terkait.
Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem berupa uji coba yaitu dengan pengujian unit
sistem, dimana kita menguji semua unit – unit proses terkait.
Tahap evaluasi
Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap sistem sehingga nantinya sistem dapat
digunakan secara maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap sistem sehingga nantinya sistem dapat
digunakan secara maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Analisa
Hasil Penelitian yang pertama:
Tim PENS telah melakukan uji aplikasi verifikasi sidik jari menggunakan model distributed/parallelprocessing di atas dengan menggunakan algoritma phase-based correlation. Alur logika proses verifikasi sidik jari ditunjukkan pada gambar berikut.

Hasil evaluasi verifikasi sidik jari menggunakan distributed processor 4-node di atas ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Dari uji coba aplikasi di atas diperoleh data bahwa lama waktu verifikasi sidik jari menjadi 2 kali lebih cepat dibandingkan apabila hanya menggunakan satu buah CPU. Dari uji coba ini pula didapati bahwa kinerja embedded system untuk melakukan fungsi
verifikasi biometric cukup memuaskan. Model di atas dibangun menggunakan prosesor yang mempunyai kecepatan setara pentium II yaitu dengan kecepatan 266 MHz dan RAM hanya 64 MB. Untuk aplikasi yang sebenarnya menggunakan komputer Pentium IV yang berkecepatan lebih dari 3 GHz, diyakini bahwa distributed/parallel processing akan
meningkatkan kualitas layanan server utamanya pada kecepatan eksekusinya. Dengan menggunakan CPU yang lebih banyak lagi, bisa dibangun sistem parallelprocessing di setiap kota kabupaten dan propinsi sehingga membentuk jaringan verifikasi nasional
(makin padat penduduk, makin banyak jumlah CPU).
verifikasi biometric cukup memuaskan. Model di atas dibangun menggunakan prosesor yang mempunyai kecepatan setara pentium II yaitu dengan kecepatan 266 MHz dan RAM hanya 64 MB. Untuk aplikasi yang sebenarnya menggunakan komputer Pentium IV yang berkecepatan lebih dari 3 GHz, diyakini bahwa distributed/parallel processing akan
meningkatkan kualitas layanan server utamanya pada kecepatan eksekusinya. Dengan menggunakan CPU yang lebih banyak lagi, bisa dibangun sistem parallelprocessing di setiap kota kabupaten dan propinsi sehingga membentuk jaringan verifikasi nasional
(makin padat penduduk, makin banyak jumlah CPU).
Hasil penelitian yang kedua:
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur bandwith, yaitu bandwith monitor yang memonitoring lalu lintas jaringan termasuk besar transfer data dan waktu yang dibutuhkan selama proses transfer data selesai, dengan menghitung jumlah selisih waktu antara waktu mulai dan waktu selesai dan didapatkan hasil pengukuran seperti pada tabel 2. Pengukuran dilakukan dalam tiga tahap dengan jumlah record yang berbeda dimana tahap I sebanyak 40 record dan waktu yang dibutuhkan rata – rata 1 detik, selanjutnya pada tahap II ditambahkan record sebanyak 80 record dan waktu yang dibutuhkan rata – rata 2 detik, selanjutnya pada tahap III ditambahkan record sebanyak 160 record dan waktu yang dibutuhkan rata – rata 4 detik.
4. Kesimpulan
kesimpulan dari kedua penelitian ini adalah bahwa permasalahan yang memerlukan sejumlah besar proses komputasi bisa diselesaikan lebih efektif dengan menggunakan kekuatan dari processor dan memori banyak komputer, oleh karena itu penggunaan teknik Message Passing yang digunakan untuk model komputasi paralel dengan memori terdistribusi merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan dengan baik untuk mengelola transfer data di antara proses-proses yang terlibat dalam sistem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar